stmaria.info Wilayah St. Maria Paroki St. Yakobus Keuskupan Surabaya
  Home Berita Agenda Galeri  
   
 
  ROMO MENJAWAB

 

 
     
Dari: Sianny Kho  
  Pertanyaan:  
  Shalom Romo DJ...Ada sedikit masalah dalam keluarga saya yang ingin ditanyakan ke romo. Salah satu kakak saya ingin bercerai dengan suaminya. Sejak awal pernikahan mereka, si suami sering judi dan clubbing.Dan parahnya lagi kakak saya pernah mendapati suaminya jalan dengan cewek lain. Awalnya setiap kali si suami berbuat seperti itu ditegur kakak saya dan ribut dan selalu dimaafkan oleh kakak saya, tetapi lama-kelamaan setiap kali mereka bertengkar suaminya selalu mengumpat dengan kata-kata kotor, main tangan, dan mengancam cerai. Hingga puncaknya akhir tahun2011 yang lalu mereka bertengkar sampai mengakibatkan telinga kakak saya berkurang pendengarannya akibat kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya.Setelah kejadian itu kakak saya keluar dari rumah hingga saat ini dan bertekad mengajukan cerai terhadap suaminya.Yang ingin saya tanyakan adalah : 1. Masih dapatkah kakak saya mengajukan proses cerai setelah adanya kejadian tersebut, sedangkan yang saya tahu kalau menikah secara Katolik itu tidak dapat bercerai selain maut yang memisahkannya? 2. Apakah saya dapat mengetahui aturan-aturan perkawinan seperti apakah yang di izinkan oleh Paus dalam kasus kakak saya. Semoga romo berkenan membantu memberi jawaban dan penjelasan tentang kasus tersebut? Terima kasih Romo DwiJoko.  
     
  Jawaban:  
 

Terima kasih atas pertanyaan ibu. Saya ingin memberikan beberapa penjelasan. Tentu langkah pertama yang perlu diusahakan adalah mencari jalan damai. Misalnya kakak ibu datang ke "GRIYA KANA" ~ di Loop Square - Plaza Graha Famili Stand Nomor 5 Surabaya Barat untuk Konseling atau ke pastor paroki, sekiranya pastor paroki setelah mendengarkan kasus yang diajukan, dapat membantu menyelesaikannya secara pastoral (kan. 1676). Barangkali perkawinan yang bermasalah tersebut masih dapat diselesaikan secara positif dengan rekonsiliasi. Kalau jalan damai tak tercapai, dan kakak ibu tidak sanggup melanjutkan hidup perkawinan, Gereja bisa  mengerti bilamana kakak ibu mengajukan gugat cerai sipil. Kalau kakak ibu berniat mengurus pembatalan perkawinan (misalnya setelah cerai sipil) bisa menghubungi Tribunal. Romo paroki akan membantu itu, manakala ada indikasi ataupun kemungkinan perkawinan itu dibatalkan atau dianulir. Kita tahu bahwa sifat dasar perkawinan Katolik adalah unitas dan tak terceraikan. Sekali menikah dengan sah, maka tak bisa diceraikan. Pernyataan pembatalan, bukanlah perceraian.

Perceraian berarti mengakhiri kehidupan bersama dari sebuah perkawinan yang sah. Sedangkan pernyataan pembatalan perkawinan, berarti sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Tribunal Gerejawi yang menyatakan bahwa perkawinan tersebut tidak sah sejak awal, atau tidak pernah ada.

Alasan yang memungkinkan perkawinan cacat sejak semula (Caput Nulltatis) meliputi: (1) Tak terpenuhinya Forma Canonica, (2) Adanya halangan yang menggagalkan dan belum atau tidak didispensasi, dan (3) Cacat kesepakatan atau konsensus.

Cacat kesepakatan atau konsensus mencakup: (1) Kurangnya pengetahuan tentang perkawinan, (2) Kurangnya kemauan atau kehendak bebas untuk menikah, dan (3) Kurangnya kemampuan karena gangguan emosional atau mental. Ketiga hal yang tercakup dalam cacat kesepakatan itu masing-masing terbagi dalam tiga perincian berikut :

Orang dikatakan memiliki cacat kesepakatan atau konsensus karena kurangnya pengetahuan apabila: (1) Tidak tahu (tak memiliki pengetahuan) bahwa perkawinan adalah kesatuan tetap antara seorang pria dan seorang wanita yang terarah kepada kelahiran anak melalui hubungan seksual yang normal (kan. 1096). Orang demikian disebut ignorans. Kurangnya pengetahuan bisa juga terjadi apabila (2) Orang memiliki pengertian yang salah atau keliru atas orang atau kualitas orang yang sungguh-sungguh dan secara langsung diharapkan (kan. 1097). Orang yang demikian biasa dikatakan mengalami error. Akhirnya kurangnya pengetahuan terjadi apabila (3) Karena tipu muslihat, orang melakukan kesepakatan atau konsensus dan hal itu pada dasarnya sangat berat serta sangat mengganggu hidup perkawinan (kan. 1098). Orang yang demikian adalah kurban dari dolus provacatus.

Orang yang dinilai memiliki cacat kesepakatan atau konsensus karena kurangnya kemauan atau kehendak bebas apabila (1) Kesepakatan atau konsensus yang diberikan bersyarat dengan menunjuk sesuatu yang belum ada atau belum terjadi (kan. 1102). Kurangnya kemauan atau kehendak bebas terjadi pula apabila (2) Menyatakan kesepakatan atau konsensus tetapi dalam hatinya menghendaki secara positif hal yang berbeda atau sebaliknya (kan.1101). Orang yang demikian biasanya di dalam hatinya menghendaki untuk: tidak setia, tidak memiliki keturunan, atau tidak menganggap kesatuan perkawinan itu seumur hidup. Hal ini biasa disebut simulatio atau exclusio. Kurangnya kemauan atau kehendak bebas terjadi apabila (3) Menyatakan kesepakatan atau konsensus karena paksaan dan ketakutan berat (kan. 1103). Hal ini biasanya disebut Vis et metus gravis.

Orang dianggap memiliki cacat kesepakatan atau konsensus karena kurangnya kemampuan apabila (1) Tidak memiliki kemampuan rasio atau akal-budi yang memadai (kan. 1095, n. 1). Biasanya hal ini tampak pada orang yang mengalami gangguan atau cacat mental. Kurangnya kemampuan terjadi pula pada orang yang (2) Tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk menilai hak dan kewajiban pokok perkawinan (Kan. 1095, n. 2). Hal ini pada umumnya tampak dalam ketidakmatangan atau ketidakdewasaan pribadi. Akhirnya, kurangnya kemampuan terjadi apabila orang (3) Karena alasan pshikis tak mampu memenuhi kewajiban pokok perkawinan (Kan. 1095, n. 3). Alasan pshikis di sini biasanya berupa kelainan atau penyimpangan kejiwaan.

Demikian penjelasan saya. Saya berdoa semoga perkawinan kakak ibu tetap bisa diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati.

 

~ RD. Antonius Padua Dwi Joko

 

 
     

 

 

 
  UPDATE BERITA
Ketentuan Penerimaan Komuni Pertama 2016
 
Aneka Simbol Paskah dan Maknanya
 
Fun Game Minggu Paskah Setelah Misa Paskah Anak-anak Gereja St. Yakobus Citraland Surabaya
 
Jadwal Prapaskah Paskah 2015 Gereja Santo Yakobus - Citraland Surabaya
 
Keluarga Sebagai Sekolah Iman Yang Penuh Sukacita
 

Kirimkan Pertanyaan anda disini
Dari:
Telp:
Email:
Judul_tanya:
Pertanyaan

 

 
     
HOME | BERITA | AGENDA | GALERI
Biak: 68 | Rekat: 46 | Mudika: 169 | Dewasa: 279 | Lansia: 160 | KK: 158
Copyright © 2013 - 2017 stmaria.info