stmaria.info Wilayah St. Maria Paroki St. Yakobus Keuskupan Surabaya
  Home Berita Agenda Galeri  
   
 
  ROMO MENJAWAB

 

 
     
Dari: Shanny  
  Pertanyaan:  
  Selamat siang romo, ada hal yang ingin saya tanyakan kepada romo. Beberapa hari yang lalu ada sepupu saya yang menceritakan tentang permasalahan rumah tangganya. Dia telah menikah selama 2 tahun dan belum dikaruniai seorang anak. Mereka juga telah berobat ke dokter menanyakan tentang permasalahan tersebut. Dan hasilnya mengatakan ada kelainan hormone pada sang istri. Setelah mengetahui hasil tersebut sepupu saya justru ingin menceraikan istrinya dan menikah lagi untuk dapat memperoleh keturunan. Romo, pada saat dia mengatakan niatnya tersebut saya spontan memarahi dia, saya sudah menyuruh dia untuk berpikir panjang, dan saya juga sudah memberi dia ide untuk adopsi seorang anak di panti asuhan. Tapi dia bersikukuh pada pendiriannya. Tidak ada satupun nasehat dari keluarganya yang diterima olehnya. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana saya harus menasehati sepupu saya tadi agar dia mengurungkan niatnya untuk menceraikan istrinya. Karena saya sangat kasihan melihat istrinya, romo! Saya harap romo berkenan memberikan jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan. Terima kasih.  
     
  Jawaban:  
 

Shanny yang terkasih, terima kasih untuk suratmu. Bisa dimengerti kalau banyak pasangan sungguh menantikan hadirnya anak sebagai penerus keturunan keluarga. Pada sebagian orang, kehadiran anak merupakan bukti ikatan cinta kasih suami-istri. Tidak memiliki anak, seringkali dipandang sebagai kegagalan sebuah perkawinan. Apakah benar demikian?

Tujuan perkawinan adalah kesejahteraan suami-istri, kelahiran dan pendidikan anak. Kalau tidak ada anak, apakah tujuan perkawinan tidak tercapai?  Tentu tidak, karena kita melihat bahwa tujuan perkawinan bukan melulu kelahiran anak, tapi terutama juga kesejahteraan suami-istri itu. Maka kalau kita melihat ciri hakiki perkawinan adalah unitas (kesatuan), dan indissolubilitas (ketakceraian). Maka perkawinan pertama-tama harus dipandang sebagai sebuah persekutuan cinta. Sangat mungkin bahwa Allah tidak mengaruniakan anak kepada pasangan tertentu, karena Allah punya rencana dan maksud tertentu. Maka sebaiknya suami istri mencari apa kehendak Allah dengan tidak mengaruniakan anak tersebut. Bisa jadi Tuhan memberi tugas kepada pasangan tersebut untuk karya-karya kasih. Orang-orang yang tidak memiliki anak akan lebih focus untuk membantu karya-karya kemanusiaan. Pastilah mereka akan mampu menyelamatkan banyak anak.

Adakalanya karena tidak memiliki anak, beberapa pasangan sering merasa terluka, marah kepada Tuhan, dan menyalahkan pasangan. Hal ini sangat tidak baik karena akan merusak diri sendiri dan pernikahan. Ketika pernikahan tidak dikaruniai anak, entah karena kemandulan salah satu pasangan atau keduanya, sebaiknya masing-masing mau menerimaa kenyataan dengan ikhlas dan saling menguatkan serta menerimanya sebagai kehendak Allah untuk mereka berdua. Pasangan suami-istri harus saling menguatkan,.lalu mencari tahu apa tugas yang mereka emban dengan ketidakhadiran anak tersebut. Seperti Zakharia dan Elisabeth yang tetap hidup benar di hadapan Allah, meskipun tidak mempunyai anak. Kehidupan yang benar akan membuat pasangan suami istri menjadi berkat bagi banyak orang. Merrka menjadi teladan bagi banyak pasangan yang bergumul dengan ketidakhadiran anak.

Jangan sampai meninggalkan pasangan karena ia mandul. Hanya orang-orang yang tidak dewasa, yang tidak memiliki kasih dan komitmen sejati, yang membesar-besarkan masalah itu dan meninggalkan pasangannya. Bagi pasangan yang belum dikaruniai anak, tentu boleh berharap. Apalagi, jika hal itu terjadi karena alasan medis yang tidak bisa ditanggulangi. Tetaplah berharap sebab tidak ada yang mustahil bagi Allah. Zakaria dan Elisabeth pun terus berharap dan semakin tekun berdoa. Akhirnya, mereka mendapatkan anak. Dalam hal ini, yang penting adalah jangan memaksa Tuhan. Berdoalah dengan terbuka, tetapi tidak berfokus pada persoalan anak. Lanjutkan hidup yang berguna bagi sesama dan kehidupan. Kiranya Tuhan memberi kekuatan dan rahmat-Nya pada kalian. Tuhan Yesus memberkati.

 

~ RD Antonius Padua Dwi Joko

 

 
     
Dari: Alfons  
  Pertanyaan:  
  Romo terkasih, Pertama-tama saya mohon maaf kalau pertanyaan saya ini rada nyeleneh. Begini Mo, ketika Romo Selebran mempersiapkan persembahan di altar, beliau mencampur anggur dengan air, apa maknanya? Dan berapa perbandingan anggur dengan airnya? Apakah sesuai dengan selera masing-masing romo? (yang suka manis, ya airnya sedikit saja?) Selain itu, saya pernah mendengar bahwa anggur itu bukan sembarang anggur, tetapi anggur khusus yang disebut ‘Altar Wine’. Apakah boleh dalam keadaan darurat Gereja menggantinya dengan anggur biasa? Terima kasih atas penjelasannya.  
     
  Jawaban:  
 

Saudara Alfons yang dikasihi Tuhan,

Meskipun pertanyaan Anda ini rada nyeleneh tapi pertanyaan Anda merupakan pertanyaan banyak orang yang membutuhkan pemahaman. Pencampuran air dan anggur oleh Romo itu sebenarnya berdasarkan tradisi Yahudi dan Yesus juga melakukannya. Pencampuran air sedikit ke anggur ini secara praktis bertujuan untuk mengurangi kadar alkoholnya. Makna simbolisnya yakni tampak pada doa imam saat mencampurkan itu, yakni semoga pencampuran air dan anggur ini dapat mengambil bagian dalam ke-Allahan Kristus yang menjadi manusia. Bagaimana dengan perbandingan anggurnya? Memang tidak ada aturan yang pasti tentang perbandingannya. Akan tetapi, standarnya ialah anggur secukupnya dituangkan dalam piala dan dicampur dengan air sesendok kecil.

Mengenai anggur khusus? Anggur yang digunakan pada Perayaan Ekaristi adalah anggur murni yang terbuat dari buah anggur. Apabila dalam keadaan darurat kehabisan anggur yang disiapkan khusus untuk misa itu sebenarnya bisa saja diganti, namun bukan dengan anggur-anggur biasa seperti anggur kolesom melainkan dengan anggur yang terbuat dari buah anggur murni.

Demikian penjelasan yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat.

Tuhan Yesus memberkati.

 

 

~ RD. Yohanes Benny Suwito

 

 

 
     

 

 

 
  UPDATE BERITA
Ketentuan Penerimaan Komuni Pertama 2016
 
Aneka Simbol Paskah dan Maknanya
 
Fun Game Minggu Paskah Setelah Misa Paskah Anak-anak Gereja St. Yakobus Citraland Surabaya
 
Jadwal Prapaskah Paskah 2015 Gereja Santo Yakobus - Citraland Surabaya
 
Keluarga Sebagai Sekolah Iman Yang Penuh Sukacita
 

Kirimkan Pertanyaan anda disini
Dari:
Telp:
Email:
Judul_tanya:
Pertanyaan

 

 
     
HOME | BERITA | AGENDA | GALERI
Biak: 71 | Rekat: 45 | Mudika: 166 | Dewasa: 283 | Lansia: 156 | KK: 158
Copyright © 2013 - 2017 stmaria.info